Powered By Blogger

Rabu, 28 September 2011

Globalisasi,Gengsi dan Kapitalisasi


Abad 20 merupakan masa - masa keemasan dunia, dimana pada saat itulah peradaban manusia mulai berkembang pesat. Dimulai dari era millenium hingga megantarkan manusia menuju era globalisasi saat ini. Globalisasi itu sendiri merupakan proses hilangnya batas - batas wilayah antar negara, sehingga secara tidak langsung banyak pengaruh ekstern yang masuk dari berbagai negara ke dalam negara itu sendiri. Hal ini menyebabkan terjadinya asimilasi, akulturasi bahkan westernisasi.
Adanya globalisasi itu sendiri karena adanya negara yang menjadi acuan, dalam hal ini, negara yang menjadi acuan atau kiblat era globalisasi adalah Negara Adidaya Amerika Serikat dan negara barat lainnya . Mengapa Amerika Serikat? Apakah harus Amerika Serikat?
Amerika Serikat merupakan negara persemakmuran yang sudah maju. Amerika berhasil menguasai globalisasi dengan berbagai produknya, salah satunya adalah munculnya perusahaan makanan cepat saji McDonald yang menjamur di berbagai negara. Era globalisasi sendiri telah menjadi ajang untuk menunjukkan eksistensi negara itu sendiri. Semakin meningkatnya era globalisasi, maka semakin sibuk pula kegiatan manusia di dunia. Kesibukan itu sendiri menuntut masnusia untuk berpikir lebih efisien dalam memenuhi kebutuhannya baik efisien secara waktu dan biaya. Namun, pada era globalisasi ini, orientasi hidup manusia bukan lagi pada masalah pemenuhan kebutuhan, tapi lebih condong kepada pemenuhan keinginan atau tujuan. Banyak aspek yang masuk dari negara yang telah menjadi kiblat globalisasi itu seniri. Mulai dari aspek sosial, ekonomi, politik dan budaya.
Banyak dampak globalisasi yang dirasakan oleh kita, salah satunya munculnya westernisasi di negara kita yang hampir menghilangkan jati diri bangsa Indonesia. Budaya ketimuran yang merupakan budaya yang kita anut telah tergeser oleh budaya barat. Contoh kecilnya adalah munculnya gaya busana yang telah dikenakan bangsa Indonesia yang lebih mengacu kepada gaya busana dunia barat.
Era globalisasi yang serba ada, kiranya sudah cukup memenuhi kebutuhan pokok manusia, namun keinginan manusia tidak berhenti disitu saja. Contoh kecilnya, saat ini teknologi sudah berkembang pesat, dimana banyak sekali barang - barang elektronik yang terus memborbadir manusia. Contohnya, adanya handphone yang funsi pokoknya untuk mempermudah komunikasi antar manusia, namun kemudian berkembang dengan adanya perangkat kamera yang ada pada handphone itu sendiri. Banyak orang - orang yang tergiur dengan munculnya handphone yang dilengkapi kamera, meskipun orang itu sendiri telah memiliki kamera yang fungsi pokoknya lebih mumpuni daripada handphone kamera. Hal ini terjadi kemungkinan karena ingin lebih praktis atau ingin lebih eksis lagi di mata orang lain. Dari sini kita bisa tahu, bahwa tujuan utama untuk memenuhi kebutuhan komunikasi malah menjadi pemenuhan gengsi saja.
Munculnya globalisai itu sendiri mempermudah kaum kapitalis memperluas kekuasaanya melalui perluasan usahanya. Seperti yang telah kita tahu, banyak sekali perusahaan dari negara yang telah menjadi kiblat globalisasi menyebar di berbagai negara di dunia. Negara tersebut merupakan negara yang berhasil menarik animo masyarakat dengan keahlian yang dimilki negara tersebut, sehingga dapat melemahkan daya produksi negara itu sendiri, sehingga terjadilah kapitalisasi yang telah menjajah beberapa negara secara tidak langsung oleh kaum kapitalisme saat ini.
Untuk itu, kita sebaiknya berusaha menyikapi fenomena globalisasi ini dengan bijak, kita coba untuk menyaring segala hal yang masuk melalui globalisasi itu sendiri, selain itu kita juga mempertahankan negara kita dengan cara mengglobalisasikan kelokalan negara kita Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar