Harmony in Deversity sama halnya dengan Bhineka Tunggal Ika yang bermakna Keharmonisan dalam Keanekargaman. Keanekragaman bukan hal baru dalam hidup kita, namun terkadang banyak orang yang salah memaknai arti kberagaman tersebut, sehingga tak ayal sering terjadi perpecahan. Keanekargaman tersebut bisa berhubungan dengan agama, ras, suku, bangsa dan agama. Tapi tak berhenti disitu saja, masih banyak lagi contoh keanekargaman lainnya yang bisa kita temui di linkungan sekitar kita. Contohnya di lingkungan FIB Brawijaya yang terdiri dari sembilan jurusan yang tersusun dari Prodi Jurusan dan Non Jurusan. Prodi yang termasuk Jurusan antara lain, Sastra Inggris,Sastra Jepang, Bahasa & Sastra Perancis, Bahasa & Sastra Cina dan yang termasuk non jurusan adalah, Seni Rupa, Antropologi Budaya, Pendidikan Bhs. & Sastra Inggris, Pendidikan Bhs. & Sastra Jepangdan Pendidikan Bhs. & Sastra Indonesia.
Keanekaragaman tersebut dapat bertahan dalam keharmonisan apabila kita sebagai mahasiswa mahasiswi FIB Brawijaya sadar akan arti kebersamaan, keselarasan, kedamaian sebagai mahasiswa dan mahasiswi yang berbudaya. Dalam konteks nyata, FIB merupakan kesatuan dari beberapa jurusan bahasa dan sastra dalam dan luar Indonesia, namun FIB bukanlah sekedar Fakultas Ilmu Budaya yang mengandalkan nama fakultas, tapi karena mahasiswa mahasiswi FIB punya kesadaran bersama bahwa FIB itu Satu Ilmu budaya, seperti yang tercantum dalam jargon FIB yang sering terdengar " Kita, Satu, Ilmu Budaya...Cerdas, Tangguh dan Berbudaya...!",dengan jargon tersebut jurusan di FIB bisa mempunyai satu rasa kebersamaan dalam mengarungi lautan Ilmu.
Untuk itu, kita sebagai mahasiswa mahasiswi FIB harus tetap semangat mempertahankan Harmony in Deversity bersama - sama sebagai cerminan kedamaian antar golongan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar